Sunday, March 23, 2014

Otomotif Elektronika

Seiring dengan kemajuan teknologi yang semakin canggih khususnya dalam bidang sistem kontrol otomatis (automatic control system), terbukti dengan sudah banyak kita jumpai perangkat ataupun peralatan rumah tangga yang sudah bersifat otomatis. Pemanfaatan teknologi sistem kontrol otomatis pada industri otomotif seakan tidak bisa dipisahkan, hal ini bisa kita lihat khususnya pada kendaraan keluaran terbaru yang didalamnya sudah teintegrasi dengan perangkat sistem kontrol (electric control unit) yang bekerja sebagai pusat kendali sehingga kendaraan tersebut selain bersifat otomatis tetapi juga dilengkapi dengan seperangkat sistem keamanan (security system). Contoh sederhana dan yang sudah sering kita lihat adalah sistem kontrol parkir otomatis, central lock, automatic break system (ABS), GPS tracker dan masih banyak lagi yang lain.

Standar kompetensi:

  1. membuat rangkaian elektronika terapan
  2. membuat sistem kontrol aplikatif dengan pemrograman berbasis mikrokontroler
  3. memperbaiki sistem pengapian elektronik
  4. memperbaiki sistem injeksi elektronik
  5. memperbaiki sistem katup elektronik
  6. memperbaiki sistem pengatur kecepatan otomatis
  7. memperbaiki sistem ABS/ASR
  8. memperbaiki sistem transmisi otomatis
  9. memperbaiki sistem suspensi aktif
  10. memperbaiki sistem air conditioning 
  11. memperbaiki sistem car audio & video
  12. memperbaiki sistem light tronic
  13. memperbaiki sistem SRS
  14. memperbaiki sistem central lock, power windows, alarm
  15. memperbaiki sistem navigasi (GPS)
  16. memperbaiki sistem kontrol parkir otomatis


Tujuan SMK Muhammadiyah Karangpucung membuka jurusan teknik otomotif elektronika atau lebih dikenal dengan teknik ototronik, adalah untuk mendidik dan menciptakan tenaga kerja ahli yang profesional dibidang teknik ototronik. Selain itu lulusan juga dapat melanjutkan study ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, atau lulusan dapat berwiraswasta dengan membuka bengkel service (tune-up) mobil atau sepeda motor. Dan bagi yang menginginkan bekerja setelah selesai sekolah maka lulusan akan disalurkan kerja ke bengkel-bengkel resmi atau perusahaan-perusahaan otomotif baik didalam ataupun diluar negeri.

Kenapa teknik ototronik bukan TKR (teknik kendaraan ringan) atau TSM (teknik sepeda motor) atau yang lainya? Jawabannya adalah karena masih sedikit tenaga ahli (khususnya level SMK) dibidang otomotif elektronika, sehingga lapangan pekerjaan dibidang ini masih terbuka luas.

No comments:

Post a Comment