Standar kompetensi:
- membuat rangkaian elektronika terapan
- membuat sistem kontrol aplikatif dengan pemrograman berbasis mikrokontroler
- memperbaiki sistem pengapian elektronik
- memperbaiki sistem injeksi elektronik
- memperbaiki sistem katup elektronik
- memperbaiki sistem pengatur kecepatan otomatis
- memperbaiki sistem ABS/ASR
- memperbaiki sistem transmisi otomatis
- memperbaiki sistem suspensi aktif
- memperbaiki sistem air conditioning
- memperbaiki sistem car audio & video
- memperbaiki sistem light tronic
- memperbaiki sistem SRS
- memperbaiki sistem central lock, power windows, alarm
- memperbaiki sistem navigasi (GPS)
- memperbaiki sistem kontrol parkir otomatis
Tujuan SMK Muhammadiyah Karangpucung membuka jurusan teknik otomotif elektronika atau lebih dikenal dengan teknik ototronik, adalah untuk mendidik dan menciptakan tenaga kerja ahli yang profesional dibidang teknik ototronik. Selain itu lulusan juga dapat melanjutkan study ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, atau lulusan dapat berwiraswasta dengan membuka bengkel service (tune-up) mobil atau sepeda motor. Dan bagi yang menginginkan bekerja setelah selesai sekolah maka lulusan akan disalurkan kerja ke bengkel-bengkel resmi atau perusahaan-perusahaan otomotif baik didalam ataupun diluar negeri.
Kenapa teknik ototronik bukan TKR (teknik kendaraan ringan) atau TSM (teknik sepeda motor) atau yang lainya? Jawabannya adalah karena masih sedikit tenaga ahli (khususnya level SMK) dibidang otomotif elektronika, sehingga lapangan pekerjaan dibidang ini masih terbuka luas.
No comments:
Post a Comment